Pembelajaran HOTS dengan pendekatan STEM

         HOTS (Higher Order Thingking Skill) atau yang sering disebut sebagai kemampuan keterampilan atau konsep berpikir tingkat tinggi merupakan suatu konsep reformasi pendidikan berdasarkan pada taksonomi bloom yang dimulai pada awal abad ke-21. Konsep ini dimasukkan ke dalam pendidikan bertujuan untuk menyiapkan sumber daya manusia dalam menghadapi revolusi industri. Pada abad 21 ini sumber daya manusia diharapkan tidak hanya menjadi pekerja yang mengikuti pemerintah, tetapi memiliki keterampilan abad ke 21.

        Keterampilan HOTS (Higher Order Thingking Skills) atau biasa disebut dengan keterampilan berpikir tingkat tinggi adalah proses berpikir yang mengaharuskan murid untuk mengembangkan ide-ide dalam cara tertentu yang memberi mereka pengertian dan implikasi baru. Limpan menggambarkan berpikir tingkat tinggi melibatkan berpikir kritis dan kreatif yang dipandu oleh ide-ide kebenaran yang masing-masing mempunyai makna. Berpikir kritis dan kreatif saling ketergantungan, seperti juga kriteria dan nilai-nilai, nalar dan emosi. 

        Keterampilan berpikir tingkat tinggi adalah operasi kognitif yang banyak dibutuhkan pada proses-proses berpikir yang terdiri dalam shortterm memory. Jika dikaitkan dengan taksonomi Bloom, berpikir tingkat tinggi meliputi analisis, sintesis, dan evaluasi. Selain itu, bahwa keterampilan berpikir tingkat tinggi (High Order Thingking) tersebut jauh lebih dibutuhkan di masa kini daripada di masa-masa sebelumnya.

        Berikut adalah video penjelasan tentang pembelajaran menggunakan ketrampilan berpikir tingkat tinggi alias HOTS.



        Pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran dengan prinsip mengaitkan kehidupan sehari-hari, karena siswa dapat mengaplikasikan teknologi dan sains dalam proses pembelajaran terutama dalam mengembangkan keterampilan berpikir kreatif, logis, berkomunikasi dan berkolaborasi.

        Pendekatan STEM dapat dilaksanakan pada tingkat pendidikan formal/di dalam kelas dan tingkat satuan non formal/di luar kelas (Gonzalez dan Kuenzi, 2012). Artinya, pendekatan STEM dapat diterapkan pada berbagai tingkat pendidikan dan multi disiplin ilmu.

        Tujuan pendekatan STEM supaya peserta didik memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk mengidentifikasi pertanyaan dan masalah dalam situasi di kehidupannya, menjelaskan fenomena alam, mendesain, serta menarik kesimpulan bukti. Berdasarkan hal tersebut adanya keterkaitan yang erat antara STEM dengan penalaran terutama dalam pengambilan keputusan.


        Para sahabat, monggo silahkan disimpulkan sendiri setelah membaca artikel ini. Mudah mudahan ini dapat memperkaya khasanah pengetahuan kita dan menjadi modal bagi pengembangan kreatifitas mengajar kita. Jangan lupa tinggalkan kesan pesan pada kolom komentar di bawah ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CARA MENENTUKAN BESAR ANGSURAN PINJAMAN

OPERASI PERKALIAN DAN PEMBAGIAN PADA BILANGAN BULAT

OPERASI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PADA BILANGAN BULAT